Kresek (Hawar Daun Bakteri) pada Padi Musim Hujan: Gejala dan Pencegahan
Ringkasan cepat: Hawar daun bakteri (HDB) disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae. Pada tanaman muda gejalanya disebut kresek: daun layu, menggulung, dan mengering. Pada tanaman lebih tua muncul garis kuning dari tepi daun yang meluas bergelombang lalu mengering. Penyakit ini meningkat di musim hujan dan menyebar lewat air irigasi, percikan hujan, angin, dan luka daun. Pencegahan: varietas tahan, nitrogen tidak berlebih, kalium cukup, pengairan berselang, dan sanitasi.
“Penyakit kresek padi” dicari setiap musim hujan. Musim tanam rendeng 2026/27 yang diperkirakan datang dengan hujan tidak menentu dan angin kencang di beberapa wilayah bisa memicu HDB, terutama di sawah yang dipupuk urea tinggi.
Mengenali Gejala
- Kresek: daun muda layu seperti kekurangan air, menggulung, berwarna hijau keabu-abuan, lalu mengering. Bisa terjadi pada bibit yang baru dipindah.
- Hawar: garis kuning pucat dari tepi atau ujung daun, batasnya bergelombang, lalu daun mengering keputihan.
- Tetesan eksudat bakteri berwarna kekuningan kadang terlihat pada pagi hari.
Membedakan dengan penyebab daun kuning lain dibahas di artikel padi daun kuning.
Bagaimana Kresek Menyebar?
- Air irigasi dari petak terserang ke petak lain.
- Percikan hujan dan angin.
- Luka daun akibat angin kencang, alat, atau pemotongan ujung bibit saat tanam.
- Sisa tanaman dan gulma yang terinfeksi.

Pencegahan
1. Varietas tahan
Gunakan varietas yang dilaporkan tahan HDB di daerah Anda dan pergilirkan varietas. Pemilihan varietas dibahas di artikel memilih varietas padi MT 2026/27.
2. Pupuk berimbang
- Jangan berlebihan nitrogen, terutama saat musim hujan.
- Cukupkan kalium untuk memperkuat jaringan daun.
- Gunakan bagan warna daun untuk menentukan kebutuhan urea.
3. Pengairan berselang
Sawah yang tergenang terus-menerus meningkatkan kelembapan dan penyebaran. Pengairan berselang (basah–kering) membantu menekan penyakit sekaligus menghemat air.
4. Hindari luka pada bibit
Kebiasaan memotong ujung daun bibit sebelum tanam membuka jalan masuk bakteri. Bila memungkinkan, tanam bibit tanpa dipotong.
5. Sanitasi
- Bersihkan gulma di pematang dan saluran.
- Jangan membiarkan tunggul dan jerami sakit tertumpuk di petak.
- Komposkan jerami dengan dekomposer dan agen hayati sebelum dikembalikan ke sawah.
Peran Agen Hayati
Menjaga tanah dan akar tetap sehat membuat tanaman lebih tahan stres. Perlakuan benih dan persemaian dengan agen hayati seperti Trichoderma sesuai label membantu bibit tumbuh kuat. Pemakaiannya dijelaskan di panduan fungisida hayati Trichoderma. Untuk penyakit bakteri yang sudah menyebar, gunakan bakterisida terdaftar sesuai anjuran petugas.
Bila Kresek Sudah Muncul
- Hentikan tambahan urea.
- Keringkan petak sesaat bila memungkinkan.
- Jangan mengalirkan air dari petak sakit ke petak sehat.
- Laporkan kepada penyuluh bila serangan meluas di hamparan.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Trichoderma (Fungisida Hayati) — pelindung akar dari layu fusarium & jamur tular tanah
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah fungisida bisa mengobati kresek?
Kresek disebabkan bakteri, sehingga fungisida biasa tidak efektif. Pencegahan lewat varietas, pupuk berimbang, dan pengairan jauh lebih penting.
Apakah tanaman yang terkena kresek bisa pulih?
Rumpun yang terserang berat pada fase muda sering mati. Pada fase lebih tua, daun yang rusak tidak pulih, tetapi penyebaran bisa ditekan.
Rujukan
- Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian RI: penyakit hawar daun bakteri.
- BMKG: prakiraan musim hujan 2026/2027.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan