MOL Bonggol Pisang: Cara Membuat, Takaran, dan Kapan Dipakai
Ringkasan cepat: MOL (mikroorganisme lokal) bonggol pisang adalah larutan fermentasi berisi mikroba yang dibuat dari bonggol pisang, gula, dan air cucian beras. Fungsinya terutama sebagai dekomposer untuk mempercepat pengomposan dan sebagai penyubur tanah. MOL biasanya siap setelah sekitar dua minggu, lalu diencerkan sebelum dipakai.
“Mikroorganisme lokal dari bonggol pisang” termasuk saran pencarian yang konsisten dicari petani, terutama saat harga pupuk naik. Video cara membuat MOL juga banyak ditonton di YouTube. MOL memang murah dan bermanfaat, tetapi penting memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukannya.
Kenapa Bonggol Pisang?
Bonggol pisang mengandung karbohidrat dan menjadi tempat hidup beragam mikroba tanah. Saat difermentasi dengan tambahan gula sebagai makanan, mikroba ini berkembang biak. Bonggol juga mudah didapat di hampir semua desa, terutama setelah pohon pisang ditebang saat panen.
Bahan yang Dibutuhkan
| Bahan | Contoh jumlah | Fungsi |
|---|---|---|
| Bonggol pisang | ± 1 kg | Sumber mikroba dan bahan organik |
| Gula merah atau tetes tebu | ± 2 ons | Makanan mikroba |
| Air cucian beras | ± 5 liter | Media dan tambahan karbohidrat |
| Wadah bertutup | Jeriken/ember | Tempat fermentasi |
Perbandingan di atas adalah contoh yang umum dipakai di kalangan petani. Bisa diperbesar dengan perbandingan yang sama.

Cara Membuat
- Cacah bonggol sekecil mungkin atau tumbuk kasar.
- Larutkan gula dalam air cucian beras.
- Campurkan cacahan bonggol dengan larutan dalam wadah, sisakan ruang di bagian atas.
- Tutup wadah. Bila memakai jeriken, pasang selang dari tutup ke botol berisi air agar gas keluar tanpa udara luar masuk. Bila memakai ember, buka tutup sebentar setiap hari untuk membuang gas.
- Simpan di tempat teduh, tidak terkena matahari langsung, sekitar dua minggu.
- Saring dan simpan cairan dalam wadah tertutup.
Ciri MOL yang Berhasil dan Gagal
| Tanda | Berhasil | Gagal |
|---|---|---|
| Bau | Asam segar seperti tape atau tapai | Busuk menyengat seperti bangkai |
| Permukaan | Ada lapisan putih tipis | Berjamur hitam atau berbelatung |
| Warna cairan | Kecokelatan | Hitam pekat berlendir |
MOL yang berbau busuk sebaiknya tidak dipakai untuk tanaman; masukkan saja ke tumpukan kompos.
Takaran dan Cara Pakai
- Sebagai dekomposer kompos: encerkan sekitar 1 bagian MOL dengan 5–10 bagian air, siramkan ke setiap lapisan tumpukan bahan kompos.
- Sebagai siraman tanah: encerkan lebih tinggi, misalnya 1 gelas MOL dalam 10–15 liter air, siram ke tanah di sekitar tanaman.
- Waktu: pagi atau sore hari, saat tanah lembap.
- Jangan dicampur dengan fungisida atau bakterisida kimia karena mikroba akan mati.
Karena dibuat sendiri, kandungan MOL berbeda-beda setiap kali pembuatan. Mulailah dari pengenceran tinggi dan amati respon tanaman.
Batas Kemampuan MOL
Ini bagian yang sering terlewat dalam video tutorial:
- MOL bukan pengganti pupuk. Kandungan haranya rendah dan tidak terukur, sehingga tanaman tetap membutuhkan pupuk.
- Isi mikrobanya tidak terstandar. Berbeda dengan pupuk hayati terdaftar yang jenis dan kepadatan mikrobanya tercantum di label.
- Umur simpan terbatas. Makin lama disimpan, mikroba makin berkurang.
Karena itu, MOL paling cocok untuk mempercepat pengomposan dan menambah kehidupan tanah. Untuk kebutuhan hara tanaman, padukan dengan pupuk padat dan pupuk organik cair yang kandungannya jelas, seperti Ben Subur. Perbedaan pupuk hayati dan jenis mikroba bermanfaat dibahas di panduan pupuk hayati, sementara MOL dari limbah dapur lain dibahas di artikel POC air cucian beras.
Kapan Sebaiknya Membuat MOL?
- Menjelang musim tanam, saat mulai membuat kompos dari jerami atau sisa panen.
- Saat banyak pohon pisang ditebang setelah panen, sehingga bahan melimpah.
- Saat ingin memanfaatkan limbah kebun menjadi pupuk kandang atau kompos yang lebih cepat matang.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Ben Subur POC — pupuk organik cair makro-mikro + ZPT alami untuk buah & sayur
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa lama MOL bonggol pisang bisa disimpan?
Umumnya beberapa minggu sampai beberapa bulan bila wadah tertutup dan terlindung dari panas. Semakin segar, semakin baik.
Apakah MOL bisa disemprotkan ke daun?
Bisa dengan pengenceran tinggi, tetapi manfaat utamanya ada di tanah dan pengomposan. Hindari penyemprotan MOL yang berbau busuk.
Rujukan
- Materi penyuluhan pertanian Kementerian Pertanian RI tentang mikroorganisme lokal (MOL).
- Saran pencarian Google dan YouTube Indonesia, diolah tim Grha Indonesia Organik (September 2026).
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan