Gratis ongkir se-Jawa belanja min. Rp300rb · Diskon ongkir Sumatera & Kalimantan

Belanja
Semua Produk Pupuk Organik Pupuk Hayati Booster Buah Insektisida Hayati Trichoderma Asam Humat
Bantuan
Cara Pesan Lacak Pesanan Bantuan Tips Tani Kontak
Pemupukan & Tanah

Mengelola Lahan Gambut: Kemasaman, Unsur Mikro, dan Bahan Organik

Mengelola Lahan Gambut: Kemasaman, Unsur Mikro, dan Bahan Organik

Ringkasan cepat: Gambut adalah tanah yang tersusun dari sisa tumbuhan yang belum terurai sempurna. Masalah utamanya: sangat masam, miskin unsur mikro terutama tembaga (Cu), seng (Zn), dan boron (B), serta mudah kering dan terbakar. Kunci budidaya di gambut adalah tata air yang benar, pengapuran bertahap, pupuk dibagi-bagi, dan tambahan unsur mikro.

Pencarian “pupuk untuk lahan gambut” banyak berasal dari Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, wilayah dengan hamparan gambut luas yang ditanami sawit, karet, kelapa, jagung, dan sayuran. Dengan El Niño yang diperkirakan BMKG berlangsung sampai awal 2027, pengelolaan air di gambut menjadi semakin penting.

Mengenali Karakter Tanah Gambut

Sifat Akibat bagi tanaman
pH sangat rendah (masam) Hara terikat, akar sulit berkembang
Kaya bahan organik mentah Nitrogen sering tidak tersedia; mengikat tembaga
Daya ikat hara lemah terhadap kation tertentu Pupuk mudah tercuci saat hujan
Mudah kering tak balik Gambut yang kering kehilangan kemampuan menyerap air
Mudah amblas (subsidensi) Tanaman tahunan miring atau tumbang

1. Tata Air Adalah Fondasi

Gambut yang dikeringkan terlalu dalam akan mengering, amblas, dan mudah terbakar. Gambut yang tergenang terus membuat akar busuk. Karena itu, muka air tanah perlu dijaga dengan saluran dan pintu air atau sekat kanal. Saat kemarau, tahan air agar gambut tetap lembap.

2. Kurangi Kemasaman Bertahap

Kapur pertanian atau dolomit membantu menaikkan pH dan menambah kalsium serta magnesium. Berikan bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar, dan campurkan ke lapisan olah. Prinsip pengapuran dibahas di panduan tanah asam dikasih apa.

Urutan mengelola lahan gambut
Urutan mengelola lahan gambut

3. Perhatikan Unsur Mikro

Gambut terkenal kekurangan tembaga (Cu). Pada padi dan jagung, gejalanya bisa berupa malai atau tongkol hampa. Pada sawit, kekurangan tembaga dan boron sering muncul sebagai daun muda pucat atau tidak normal. Seng (Zn) juga sering kurang. Unsur mikro diberikan dalam jumlah kecil, sesuai anjuran dan label pupuk mikro.

Pengalaman di perkebunan dibahas di artikel pupuk sawit lahan gambut dan artikel borat untuk sawit.

4. Pupuk Dibagi Beberapa Kali

Karena mudah tercuci, pupuk di gambut sebaiknya diberikan dengan dosis lebih kecil tetapi lebih sering. Hindari menabur pupuk sesaat sebelum hujan lebat. Fosfat alam sering dipilih di gambut karena larut perlahan dan cocok untuk tanah masam.

5. Bahan Organik Matang dan Pembenah Tanah

Terdengar aneh menambah bahan organik ke tanah yang isinya bahan organik. Namun bahan organik gambut sebagian besar masih mentah. Pupuk kandang matang, kompos, dan pembenah tanah membantu menghidupkan mikroba dan mengikat hara.

Asam humat adalah hasil penguraian bahan organik yang sudah stabil. Pada tanah gambut dan tanah berpasir, Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg dengan kandungan humat 52,71% dan kelarutan 81,26% dapat dicampur dengan pupuk tabur agar hara lebih tertahan; ikuti takaran pada label. Cara mencampurnya ada di panduan asam humat dicampur NPK.

Tanaman yang Cocok di Gambut

  • Tahunan: sawit, kelapa, karet, kopi liberika, nanas.
  • Semusim: jagung, cabai, sayuran daun, dengan pengapuran dan pupuk yang cukup.
  • Padi: pada gambut dangkal dengan tata air yang baik.

Larangan Membakar

Membuka atau membersihkan lahan gambut dengan cara membakar dilarang dan berbahaya. Api di gambut bisa menjalar di bawah permukaan, sulit dipadamkan, dan menimbulkan kabut asap. Kelola sisa tanaman dengan pengomposan atau dicacah dan dibenamkan.

Produk Grha Indonesia Organik yang relevan

Tanya admin via WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah gambut bisa ditanami padi?

Bisa pada gambut dangkal dengan tata air yang baik, pengapuran, dan pupuk mikro, terutama tembaga.

Kenapa tanaman di gambut sering miring?

Karena gambut amblas saat mengering dan daya topangnya lemah. Menjaga muka air dan menimbun pangkal tanaman membantu mengurangi masalah ini.

Rujukan

  • Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian: pengelolaan lahan gambut untuk pertanian.
  • BMKG: prakiraan El Niño dan IOD 2026–2027.

Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Kami
CS Annisa — Grha Organik Biasanya menjawab seketika

Jawaban otomatis. Untuk hal khusus, admin kami siap membantu lewat WhatsApp.