Urutan Pemupukan yang Benar: Pupuk Dasar, Susulan, dan Pupuk Daun
Ringkasan cepat: Urutan pemupukan yang benar adalah: (1) perbaiki tanah dengan kapur dan bahan organik bila perlu, (2) pupuk dasar saat tanam berupa pupuk kandang dan fosfor, (3) pupuk susulan nitrogen dan kalium sesuai fase tanaman, dan (4) pupuk daun sebagai pelengkap pada fase kritis. Membalik urutan, misalnya mengandalkan pupuk daun tanpa pupuk dasar, membuat biaya naik tetapi hasil tidak maksimal.
“Urutan pemupukan” dicari petani yang bingung harus mulai dari mana: kapur dulu atau pupuk dulu, kompos dulu atau NPK dulu, dan kapan pupuk daun dipakai. Jawabannya berpegang pada satu prinsip: tanaman makan lewat akar, dan akar hidup di tanah.
Langkah 1: Perbaiki Tanah
- Tanah masam: beri kapur pertanian atau dolomit beberapa minggu sebelum tanam. Penjelasannya ada di artikel tanah asam dikasih apa.
- Tanah miskin bahan organik: tambahkan kompos atau pupuk kandang matang.
- Tanah berpasir atau keras: pembenah tanah seperti Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg membantu tanah menahan hara; ikuti takaran label.
Kapur dan pupuk nitrogen jangan dicampur bersamaan karena nitrogen bisa menguap. Beri jeda sekitar satu sampai dua minggu.
Langkah 2: Pupuk Dasar
Pupuk dasar diberikan saat tanam atau sesaat sebelumnya.
- Pupuk kandang atau kompos sebagai sumber bahan organik.
- Fosfor sebagian besar diberikan di awal karena bergerak lambat di tanah dan dibutuhkan untuk perakaran.
- Sebagian nitrogen dan kalium sebagai starter.

Langkah 3: Pupuk Susulan
| Fase | Fokus hara | Contoh |
|---|---|---|
| Vegetatif aktif | Nitrogen dan kalium | Padi anakan, jagung 3–4 minggu |
| Menjelang bunga | Fosfor dan kalium | Padi primordia, cabai mulai berbunga |
| Pengisian buah/biji | Kalium | Padi bunting, melon pembesaran buah |
Pupuk susulan dibenamkan atau ditugal di dekat akar, tidak hanya disebar di permukaan. Contoh jadwal lengkap untuk padi ada di panduan pupuk padi umur 7–60 hari.
Langkah 4: Pupuk Daun
Pupuk daun diserap lewat daun dalam jumlah terbatas. Ia berguna sebagai pelengkap, bukan pengganti pupuk akar:
- Saat fase kritis seperti awal pembungaan dan pengisian buah.
- Saat akar bermasalah karena genangan atau kekeringan.
- Untuk unsur mikro yang dibutuhkan sedikit.
Pupuk organik cair seperti Ben Subur dapat disemprot atau dikocor sesuai label. Kapan pupuk daun efektif dan kapan tidak dibahas pada artikel pupuk daun berikutnya.
Kenapa Urutan Ini Penting?
- Pupuk yang diberikan ke tanah masam sebagian terikat dan tidak tersedia.
- Tanpa bahan organik, pupuk mudah tercuci.
- Tanaman dengan akar lemah tidak mampu menyerap pupuk susulan dengan baik.
- Pupuk daun tanpa pupuk dasar hanya memberi efek sesaat.
Kesalahan yang Sering Terjadi
| Kesalahan | Akibat |
|---|---|
| Kapur dicampur urea | Nitrogen menguap |
| Semua pupuk diberikan sekaligus di awal | Banyak tercuci sebelum dibutuhkan |
| Nitrogen tinggi menjelang bunga | Daun rimbun, bunga sedikit |
| Hanya pupuk daun | Tanaman tampak hijau sesaat, hasil tidak maksimal |
| Pupuk kandang mentah | Akar terbakar, penyakit |
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg — pembenah tanah, membuat pupuk kimia lebih efisien
- Ben Subur POC — pupuk organik cair makro-mikro + ZPT alami untuk buah & sayur
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Mana dulu, kapur atau pupuk kandang?
Kapur dan pupuk kandang bisa diberikan bersamaan saat olah tanah. Yang perlu dijeda adalah kapur dengan pupuk nitrogen seperti urea dan ZA.
Berapa jarak waktu antara pupuk dasar dan susulan?
Tergantung tanaman. Pada padi dan jagung, susulan pertama umumnya sekitar 2–4 minggu setelah tanam.
Rujukan
- Balai Penelitian Tanah, Kementerian Pertanian RI: prinsip pemupukan berimbang.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan