Padi Daun Kuning: 5 Penyebab dan Cara Membedakannya di Lapangan
Ringkasan cepat: Padi daun kuning bisa disebabkan oleh kekurangan nitrogen, keracunan besi atau tanah masam, virus tungro, hawar daun bakteri, atau serangan wereng. Penyebab berbeda membutuhkan tindakan berbeda. Karena itu, diagnosa dulu dengan melihat pola sebaran, bagian daun yang pertama menguning, akar, dan pangkal batang.
“Obat hama padi daun kuning” adalah salah satu pencarian yang sering muncul. Masalahnya, banyak petani langsung membeli pestisida padahal penyebabnya kekurangan hara. Sebaliknya, ada juga yang menambah urea padahal tanaman terserang virus, sehingga uang terbuang dan masalah tidak selesai.
1. Kekurangan Nitrogen
- Menguning merata di satu petak.
- Daun tua (bawah) menguning lebih dulu, daun muda masih hijau pucat.
- Tanaman kerdil dan anakan sedikit.
Tindakan: Tambah pupuk nitrogen sesuai jadwal. Jadwal lengkap ada di panduan pupuk padi umur 7–60 hari. Pupuk organik cair seperti Ben Subur dapat membantu pemulihan sesuai label.
2. Keracunan Besi dan Tanah Masam
- Sering terjadi di sawah bukaan baru, lahan rawa, atau petak yang tergenang terus-menerus.
- Daun berbintik cokelat lalu menguning-oranye.
- Akar berwarna cokelat kehitaman dan berbau.
Tindakan: Keringkan petak sesaat (pengairan berselang), perbaiki drainase, beri kapur bila tanah sangat masam, dan tambahkan bahan organik. Pembenah tanah seperti Asam Humat membantu memperbaiki lingkungan akar. Lihat juga cara menaikkan pH tanah.

3. Tungro
- Daun kuning-oranye dimulai dari ujung.
- Tanaman kerdil, anakan sedikit.
- Terjadi berkelompok lalu menyebar.
- Ditularkan oleh wereng hijau.
Tindakan: Virus tidak bisa diobati. Cabut dan benamkan tanaman terserang, kendalikan wereng hijau, dan gunakan varietas tahan di musim berikutnya. Menambah urea tidak menyembuhkan tungro.
4. Hawar Daun Bakteri (Kresek)
- Menguning dari tepi daun, garis bergelombang.
- Pada serangan berat daun mengering seperti terbakar.
- Meningkat saat hujan, angin, dan pemupukan nitrogen berlebih.
Tindakan: Kurangi nitrogen, lengkapi kalium, perbaiki pengairan, dan gunakan varietas tahan.
5. Wereng Coklat
- Tanaman menguning lalu mengering melingkar (hopperburn).
- Di pangkal batang terlihat banyak wereng.
Tindakan: Ikuti ambang kendali. Pengendalian hayati dengan jamur Metarhizium dibahas di panduan Metarhizium untuk wereng dan artikel wereng coklat.
Langkah Diagnosa 5 Menit di Sawah
- Lihat dari pematang: kuningnya merata, berkelompok, atau melingkar?
- Periksa daun: daun tua atau muda yang kuning lebih dulu? Dari ujung atau dari tepi?
- Sibak pangkal rumpun: ada wereng?
- Cabut satu rumpun: akar putih sehat atau cokelat-hitam berbau?
- Ingat riwayat: kapan terakhir memupuk, apakah petak tergenang terus, apakah petak tetangga sama?
Kesalahan yang Paling Sering
| Kondisi sebenarnya | Tindakan keliru | Akibat |
|---|---|---|
| Tungro | Tambah urea | Biaya naik, penyakit tetap |
| Kurang N | Semprot insektisida | Uang terbuang, musuh alami mati |
| Keracunan besi | Terus digenangi | Akar makin rusak |
| Hawar bakteri | Nitrogen ditambah | Serangan makin parah |
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg — pembenah tanah, membuat pupuk kimia lebih efisien
- Ben Subur POC — pupuk organik cair makro-mikro + ZPT alami untuk buah & sayur
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Padi umur 20 hari daun kuning, apa penyebabnya?
Pada umur muda, penyebab paling umum adalah kekurangan nitrogen, stres pindah tanam, atau keracunan besi di lahan tergenang. Periksa akar dan pola sebarannya.
Apakah ada obat untuk tungro?
Tidak ada. Pencegahan dilakukan dengan mengendalikan wereng hijau, mencabut tanaman sakit, dan memakai varietas tahan.
Rujukan
- Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian RI: gejala defisiensi hara dan penyakit padi.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan