Gratis ongkir se-Jawa belanja min. Rp300rb · Diskon ongkir Sumatera & Kalimantan

Belanja
Semua Produk Pupuk Organik Pupuk Hayati Booster Buah Insektisida Hayati Trichoderma Asam Humat
Bantuan
Cara Pesan Lacak Pesanan Bantuan Tips Tani Kontak
Hama & Penyakit

Wereng Coklat pada Padi: Ciri Serangan, Ambang Kendali, dan Pengendalian Hayati

Wereng Coklat pada Padi: Ciri Serangan, Ambang Kendali, dan Pengendalian Hayati

Ringkasan cepat: Wereng coklat hidup di pangkal batang padi, bukan di daun, sehingga sering terlambat terlihat. Kendalikan dengan pengamatan rutin setiap minggu, dan bertindak saat populasi mendekati ambang kendali. Semprotan jamur Beauveria bassiana dan Metarhizium ke pangkal rumpun pada sore hari efektif sekaligus menjaga musuh alami.

Setiap musim, ada saja kabar sawah yang menguning lalu mengering dalam lingkaran, seperti terbakar. Petani menyebutnya puso atau hopperburn. Pelakunya serangga kecil berwarna cokelat yang bersembunyi di pangkal rumpun: wereng batang coklat (Nilaparvata lugens).

Mengenal Wereng Coklat

Wereng coklat menghisap cairan batang padi. Serangan ringan membuat tanaman lemah. Serangan berat membuat rumpun mengering serentak. Wereng juga menularkan virus kerdil rumput dan kerdil hampa, yang membuat padi kerdil dan bulir kosong.

Wereng berkembang cepat: satu betina bertelur ratusan butir, dan dalam satu musim bisa terjadi beberapa generasi. Karena itu, populasi kecil hari ini bisa menjadi ledakan dua minggu kemudian.

Ciri Serangan di Lapangan

  • Banyak serangga cokelat berlompatan saat pangkal rumpun disibak.
  • Terdapat embun madu dan jamur jelaga hitam di pangkal batang.
  • Daun menguning dari bawah, lalu rumpun mengering berbentuk lingkaran.
  • Pada serangan virus: tanaman kerdil, daun kaku, atau anakan berlebihan.
Langkah pengendalian wereng coklat terpadu
Langkah pengendalian wereng coklat terpadu

Menghitung Ambang Kendali

Tidak setiap wereng harus disemprot. Musuh alami seperti laba-laba dan kepik predator mampu menekan populasi rendah. Tindakan diperlukan saat populasi mendekati ambang kendali. Pedoman yang umum dipakai:

  • Padi umur di bawah 40 HST: sekitar 5 ekor per rumpun.
  • Padi umur di atas 40 HST: sekitar 20 ekor per rumpun.

Cara menghitung: pilih 20 rumpun secara acak, sibak pangkalnya, hitung wereng, lalu bagi dengan jumlah rumpun. Lakukan setiap minggu, terutama saat cuaca lembap. Petugas pengamat hama (POPT) di kecamatan juga bisa membantu.

Pencegahan Sejak Awal Tanam

Varietas tahan dan tanam serempak

Gunakan varietas yang dilabeli tahan wereng sesuai anjuran setempat, dan tanam serempak dalam satu hamparan agar wereng tidak berpindah dari satu petak ke petak lain.

Pupuk nitrogen secukupnya

Urea berlebihan membuat daun lunak dan lebat, kondisi yang disukai wereng. Pakai Bagan Warna Daun seperti dijelaskan di jadwal pupuk padi.

Pengaturan air

Genangan terus-menerus membuat pangkal rumpun lembap. Pengairan berselang (basah–kering) membantu menekan wereng.

Jarak tanam jajar legowo

Barisan kosong di antara legowo membuat sinar matahari dan udara masuk ke pangkal rumpun sehingga kurang disukai wereng.

Pengendalian Hayati: Beauveria dan Metarhizium

Keduanya adalah jamur entomopatogen, yaitu jamur yang menginfeksi serangga. Spora menempel di tubuh wereng, tumbuh menembus kulitnya, lalu membunuh serangga dari dalam. Serangga yang mati tertutup miselium putih (Beauveria) atau hijau (Metarhizium) dan menyebarkan spora baru.

Cara aplikasi agar berhasil

  1. Semprot sore hari (sekitar pukul 15.00 ke atas). Sinar UV siang hari merusak spora.
  2. Arahkan semprotan ke pangkal rumpun, tempat wereng berkumpul, bukan ke daun bagian atas.
  3. Jaga kelembapan. Spora tumbuh lebih baik saat lembap; semprot setelah sawah diairi.
  4. Jangan dicampur fungisida kimia dan beri jeda 5–7 hari bila sebelumnya memakai fungisida.
  5. Ulangi sesuai populasi, karena jamur bekerja dalam beberapa hari, tidak seketika.

Sebagai contoh takaran, label GMN Metarhizium menganjurkan 100 gram per tangki 15–20 liter untuk menyemprot sekitar 1.000 m². Untuk produk lain, ikuti takaran pada label kemasan.

Hindari Resurjensi

Insektisida kimia berspektrum luas bisa membunuh laba-laba dan kepik predator. Akibatnya, wereng justru meledak lebih besar beberapa minggu kemudian. Fenomena ini disebut resurjensi. Bila harus memakai insektisida kimia, pilih bahan aktif yang dianjurkan untuk wereng dan ikuti anjuran petugas setempat.

Kapan Wereng Paling Banyak Menyerang?

Dari data Google Trends yang kami olah, pencarian “hama wereng” memuncak pada Februari–April, bertepatan dengan fase bunting–masak padi musim rendeng. Mulailah pengamatan rutin sejak sebulan setelah tanam.

Produk Grha Indonesia Organik yang relevan

Tanya admin via WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa lama Beauveria membunuh wereng?

Umumnya dalam beberapa hari setelah spora menempel, tergantung kelembapan dan populasi. Karena itu aplikasi dilakukan lebih awal, sebelum populasi meledak.

Apakah agen hayati aman untuk ikan di sawah?

Jamur entomopatogen menyerang serangga dan relatif aman bagi ikan, ternak, dan manusia bila dipakai sesuai anjuran.

Wereng hijau sama dengan wereng coklat?

Berbeda. Wereng hijau hidup di daun dan menularkan virus tungro. Cara pengamatannya berbeda, tetapi agen hayati yang sama juga dapat membantu.

Rujukan

  • Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian RI: pedoman pengendalian wereng batang coklat.
  • Label GMN Metarhizium dan Bio Killer Insektisida Hayati.
  • Data Google Trends Indonesia 2021–2026, diolah tim Grha Indonesia Organik.

Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Kami
CS Annisa — Grha Organik Biasanya menjawab seketika

Jawaban otomatis. Untuk hal khusus, admin kami siap membantu lewat WhatsApp.