Pupuk Padi Saat Bunting agar Bulir Penuh dan Bernas
Ringkasan cepat: Pada fase bunting, padi sedang membentuk malai dan menentukan jumlah bulir. Kebutuhan utamanya adalah kalium untuk pengisian dan kekuatan batang, nitrogen secukupnya (tidak berlebihan), air yang stabil, dan bila perlu pupuk daun sebagai pelengkap. Nitrogen berlebih di fase ini justru membuat padi rebah dan rentan blas.
“Pupuk padi bunting” termasuk pencarian petani padi yang paling konsisten, karena fase ini dianggap penentu hasil. Bulir hampa atau tidak bernas sering baru disadari saat panen, padahal penyebabnya terjadi beberapa minggu sebelumnya.
Apa yang Terjadi Saat Padi Bunting?
Malai terbentuk dan membesar di dalam pelepah daun bendera sehingga batang terlihat menggembung. Pada fase ini ditentukan jumlah gabah per malai. Kekurangan hara atau air di fase ini mengurangi jumlah gabah dan menurunkan hasil secara langsung.
Kebutuhan Hara Saat Bunting
| Unsur | Peran | Catatan |
|---|---|---|
| Kalium (K) | Pengisian bulir, batang kuat, tahan penyakit | Sangat penting di fase ini |
| Nitrogen (N) | Menjaga daun bendera tetap hijau | Secukupnya; berlebih memicu rebah dan blas |
| Fosfor (P) | Energi pembentukan malai | Sebagian besar sudah dari pupuk dasar |
| Silika & unsur mikro | Kekuatan jaringan | Dari jerami yang dikembalikan dan pupuk daun |

Cara Memupuk
- Pupuk susulan terakhir umumnya diberikan sekitar fase primordia sampai awal bunting, berupa kalium dan sedikit nitrogen sesuai rekomendasi setempat.
- Tabur saat air macak-macak agar pupuk tidak hanyut, lalu genangi kembali setelah beberapa hari.
- Gunakan bagan warna daun (BWD) bila tersedia untuk menentukan perlu tidaknya tambahan nitrogen.
- Pupuk daun seperti Ben Subur dapat disemprot saat bunting sampai awal berbunga sesuai label, pada pagi atau sore hari.
Pengairan Saat Bunting
- Fase bunting sampai berbunga adalah fase paling peka kekeringan.
- Jaga air tetap tergenang dangkal.
- Di musim kemarau panjang, prioritaskan air untuk petak yang sedang bunting.
Tanda Masalah di Fase Bunting
| Tanda | Kemungkinan |
|---|---|
| Daun bendera cepat menguning | Kekurangan N atau K |
| Batang lemah, mudah rebah | N berlebih, K kurang |
| Malai keluar tidak sempurna | Kekeringan, suhu ekstrem |
| Bercak belah ketupat di daun | Blas; lihat artikel blas padi |
Lindungi Bulir Setelah Berbunga
Setelah malai keluar, ancaman utama adalah walang sangit dan blas leher. Pengendalian walang sangit dibahas di artikel walang sangit, dan penyebab bulir hampa lainnya di artikel padi daun kuning.
Kesalahan Umum
- Menabur urea banyak saat bunting karena daun terlihat pucat, padahal kalium yang kurang.
- Mengeringkan petak saat bunting untuk menghemat air.
- Menyemprot saat bunga mekar pagi hari, yang dapat mengganggu penyerbukan.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Ben Subur POC — pupuk organik cair makro-mikro + ZPT alami untuk buah & sayur
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Umur berapa padi bunting?
Pada varietas umur sekitar 110–120 hari, fase bunting umumnya sekitar 55–70 HST. Varietas genjah lebih cepat.
Bolehkah memupuk urea saat padi sudah keluar malai?
Umumnya tidak dianjurkan dalam jumlah besar karena bisa memicu penyakit dan tidak banyak menambah hasil.
Rujukan
- Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian RI: pemupukan padi berbasis bagan warna daun.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan