Trichoderma Itu Apa? Fungsi, Cara Pakai, dan Tanaman yang Paling Membutuhkan
Ringkasan cepat: Trichoderma adalah jamur baik yang hidup di sekitar akar. Ia menyerang dan bersaing dengan jamur penyebab penyakit seperti Fusarium, Pythium, dan Rhizoctonia, sekaligus membantu mengurai bahan organik. Hasil terbaik didapat bila diberikan sejak awal tanam sebagai pencegahan, bukan saat tanaman sudah hampir mati.
“Trichoderma itu apa?” menjadi salah satu pertanyaan pupuk hayati yang paling sering dicari. Pencariannya konsisten naik setiap November–Januari, saat musim hujan dan penyakit akar mulai merajalela. Wilayah yang paling banyak mencari antara lain Gorontalo, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, DIY, dan Jawa Tengah.
Trichoderma Bekerja dengan 4 Cara
- Bersaing ruang dan makanan. Trichoderma tumbuh cepat dan “menduduki” permukaan akar sehingga jamur penyakit tidak kebagian tempat.
- Memarasit jamur penyakit. Benang Trichoderma membelit dan mengurai dinding sel jamur patogen.
- Menghasilkan senyawa antijamur yang menghambat pertumbuhan patogen.
- Merangsang pertumbuhan dan ketahanan tanaman, sehingga akar lebih banyak dan tanaman lebih tahan stres.
Selain itu, Trichoderma mengurai bahan organik seperti selulosa, sehingga mempercepat pematangan kompos.
Penyakit yang Bisa Dicegah
- Layu fusarium pada cabai, tomat, pisang, melon, dan bawang.
- Rebah semai di persemaian sayuran.
- Busuk akar dan busuk pangkal batang, termasuk Phytophthora pada durian dan lada.
- Busuk rimpang pada jahe dan kunyit.
- Ganoderma pada sawit (sebagai bagian dari pengendalian terpadu).

Tanaman yang Paling Membutuhkan
| Kelompok | Contoh | Masalah utama |
|---|---|---|
| Sayuran & buah semusim | Cabai, tomat, melon, semangka, bawang merah | Layu fusarium, rebah semai |
| Tanaman buah tahunan | Durian, alpukat, jeruk, kelengkeng | Busuk akar, kanker batang |
| Perkebunan | Sawit, kakao, lada, karet | Ganoderma, busuk pangkal batang, jamur akar putih |
| Rimpang & umbi | Jahe, kunyit, porang | Busuk rimpang dan umbi |
Cara Pakai yang Benar
1. Perbanyak di pupuk kandang atau kompos
Campurkan Trichoderma dengan pupuk kandang matang atau kompos, lembapkan (tidak becek), tutup, dan diamkan sekitar satu minggu di tempat teduh. Media akan ditumbuhi benang putih kehijauan. Setelah itu tabur ke lahan atau lubang tanam.
2. Kocor atau rendam bibit
Larutkan sesuai takaran label, lalu kocorkan ke pangkal tanaman atau pakai untuk merendam akar bibit sebelum pindah tanam. Untuk bentuk cair seperti Floraone (Trichoderma harzianum cair), cara ini paling praktis.
3. Pakai ulang secara berkala
Populasi mikroba di tanah bisa turun, terutama setelah hujan deras atau pemakaian fungisida. Aplikasi ulang menjaga perlindungan tetap aktif.
Memperbanyak Trichoderma di Pupuk Kandang: Langkah demi Langkah
Cara ini membuat satu kemasan Trichoderma bisa dipakai untuk lahan yang lebih luas, karena jamurnya diperbanyak lebih dulu di media organik.
- Siapkan pupuk kandang matang yang sudah tidak panas dan tidak berbau menyengat, lalu hancurkan gumpalannya.
- Tambahkan sedikit dedak atau bekatul sebagai makanan awal jamur, aduk rata.
- Taburkan Trichoderma sesuai takaran label, aduk sampai merata.
- Lembapkan dengan air bersih. Ukurannya: bila digenggam, media menggumpal tetapi air tidak menetes.
- Tutup dengan karung atau terpal dan simpan di tempat teduh selama sekitar 7 hari. Aduk sekali di hari ketiga atau keempat.
- Periksa hasilnya. Media yang berhasil ditumbuhi benang putih yang lama-lama kehijauan dan berbau seperti tanah segar. Bau busuk menandakan terlalu basah.
Media ini kemudian ditabur di lubang tanam, dicampur ke bedengan sebelum dipasang mulsa, atau disebar di piringan pohon.
Pantangan yang Sering Dilanggar
- Dicampur fungisida kimia. Trichoderma adalah jamur, sehingga ikut mati. Beri jeda 5–7 hari.
- Disimpan di tempat panas. Simpan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari matahari langsung.
- Ditabur di tanah kering kerontang. Jamur butuh lembap untuk tumbuh.
- Diberikan setelah tanaman hampir mati. Trichoderma bekerja paling baik sebagai pencegahan.
Trichoderma justru cocok dikombinasikan dengan asam humat, karena asam humat menjadi sumber energi dan tempat hidup mikroba. Contohnya kombinasi dalam Humatrix Buah untuk tanaman buah.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Trichoderma (Fungisida Hayati) — pelindung akar dari layu fusarium & jamur tular tanah
- Floraone Pupuk Hayati Cair 1 L — Trichoderma harzianum cair untuk kocor & semprot
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Trichoderma harzianum dan Trichoderma viride bedanya apa?
Keduanya spesies Trichoderma yang umum dipakai untuk pengendalian hayati. Perbedaannya pada karakter pertumbuhan; fungsi utamanya sama-sama melindungi akar.
Bolehkah Trichoderma dicampur EM4 atau POC?
Umumnya bisa, selama tidak mengandung bahan antijamur. Asam humat justru mendukung pertumbuhan Trichoderma.
Apakah Trichoderma bisa menyembuhkan tanaman yang sudah layu?
Pada serangan berat, tanaman yang sudah layu permanen sulit diselamatkan. Cabut tanaman sakit dan pakai Trichoderma untuk melindungi tanaman di sekitarnya.
Rujukan
- Balai Penelitian Tanaman Sayuran dan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kementerian Pertanian RI: pemanfaatan agens hayati Trichoderma.
- Deskripsi produk GMN Trichoderma dan Floraone.
- Data Google Trends Indonesia 2021–2026, diolah tim Grha Indonesia Organik.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan